Rumah yang nyaman karena mampu menghadirkan hawa sejuk sepanjang hari jadi impian banyak pihak. Jika ingin mendapatkannya, desain rumah yang tepat sangat berpengaruh. Salah satunya dengan merancang atap rumah dengan jenis atap limas.
Ya, benar, atap limas atau limasan sebenarnya sudah jamak ditemui di Indonesia. Namun, desain atap limas justru merupakan bentuk kearifan lokal yang luar biasa. Keberadaannya sudah lekat dengan keseharian sejak dulu.
Tidak percaya? Coba lihat beberapa jenis rumah tradisional di Indonesia seperti rumah joglo di Jawa atau bangunan-bangunan peninggalan zaman kolonial. Banyak di antaranya yang menggunakan jenis atap limas. Bahkan rumah adat Palembang sampai disebut rumah limas karena memakai desain atap limasan.
Apa ini hanya sekadar demi estetika belaka? Rasanya tidak. Banyak manfaat yang bisa didapat dengan atap limasan. Salah satunya mampu mendukung rumah terasa lebih sejuk.
Mengingat kondisi suhu belakangan yang semakin memanas, inilah yang terasa penting. Desain rumah yang mampu mendukung hawa rumah terasa lebih nyaman sangat dibutuhkan. Oleh sebab itu, mari kita kupas lebih lanjut tentang dampak atap limas atau atap limasan bagi kesejukan rumah.
Seperti Apa Atap Rumah Limas?
Merujuk ke Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), limas bisa diartikan sebagai atap yang merunjung ke atas. Selain itu, limas juga merujuk ke benda ruang yang alasnya berbentuk segitiga (segi empat dan sebagainya) dan bidang sisinya berbentuk segitiga dengan titik puncak yang berimpit.
Melihat pemaparan tersebut, Anda akan lebih mudah membayangkan seperti apa atap limas. Desain atap limasan memang sesuai dengan deskripsi arti limas menurut KBBI. Bentuknya merupakan perpaduan antara bentuk trapesium dan segitiga. Tampilannya bisa dibilang mirip segitiga sama kaki dengan sudut-sudut yang merujuk ke atas.
Selain itu, atap limasan sering terdiri dari empat buah bidang miring yang membentuk empat sisi segitiga yang sama besar. Biasanya atap limas memiliki sudut kemiringan antara 30-40 derajat. Semua bidang tersebut kemudian saling terhubung pada bagian puncaknya yang mengerucut ke dalam satu titik.
Pada rumah-rumah tradisional, material atap limasan dibuat dari kayu yang terkenal kuat seperti jati dan meranti. Namun, belakangan banyak struktur atap limas yang dibuat dari baja ringan. Hal ini menandakan jenis atap ini juga fleksibel untuk diterapkan di berbagai desain rumah modern.
Desain atap seperti ini mampu mendukung rumah lebih sejuk karena mampu menyimpan panas. Keberadaan rongga di antara plafon dan atap yang menjadi kuncinya.

Atap rumah limas memberi banyak manfaat. Tidak hanya menambah kesan rumah semakin anggun, desainnya mampu membantu menghadirkan kesejukan di dalam hunian. Terlebih lagi jika dilengkapi dengan ventilasi alami.
Maka, jika memungkinkan, cobalah desain rumah dengan atap limasan ini.
