Rumah panas sepanjang waktu. Jadi ingin memasang turbin ventilator. Apa nggak aneh? Pikiran ini sempat muncul di benak sendiri saat hendak membeli turbin ventilator sebagai cara mengatasi rumah panas.

Benar saja. Ketika akhirnya memutuskan membeli, proses pemasangan mengundang perhatian. Tukang yang memasang ditanyai tetangga tentang turbin ventilator. Pertanyaannya berkisar tentang alat apa itu, kegunaan, serta fungsi turbin ventilator buat rumah.

Rasa penasaran tetangga tentang turbin ventilator ini wajar. Perangkat ini memang tidak lazim dipakai di rumah. Padahal, turbin ventilator bukanlah hal baru. Alat ini sebenarnya sudah jamak digunakan di industri sebagai cara mengatasi panas di ruangan. Biasanya gudang atau pabrik yang banyak mengaplikasikan turbin ventilator. Namun, turbin ventilator sebagai solusi rumah panas memang belum familiar.

Penasaran tentang apa itu turbin ventilator dan cara kerjanya? Tautan berikut ini bisa memberi jawaban.

 

Rumah Panas Menjelang Siang

Rumah panas diatasi dengan turbin ventilator.

Saya mulai tertarik dengan turbin ventilator saat merasa merasa rumah terasa panas pada siang hari. Saya pikir mungkin ini solusi rumah panas.

Rumah kecil saya terdiri dengan bangunan 2 lantai. Di salah satu bagian rumah ada void yang menembus ke atap berbahan polycarbonate yang tembus cahaya. Ruangan ini sengaja didesain seperti itu agar pencahayaan dan sirkulasi udara rumah lebih baik.

Selama ini, kondisi rumah di lantai dasar sebenarnya tetap sejuk. Kalaupun panas, tinggal buka pintu dan menyalakan kipas angin. Suasananya masih akan terasa nyaman.

Namun, beda halnya di bagian lantai 2. Begitu sudah masuk jam 13 ke atas, hawanya terasa panas. Ini wajar karena rumah saya menghadap ke barat. Selain itu, jendela kaca di lantai 2 juga lebar. Otomatis, semakin siang, cahaya matahari akan masuk sehingga rumah panas.

Kebetulan atap rumah juga memakai material galvalum pasir. Dibanding genteng tanah liat, material atap ini lebih menyerap panas. Jadilah ada tambahan sumber panas lain yang semakin membuat lantai 2 terasa panas.

Kondisi ini membuat saya mulai melakukan riset tentang cara mengatasi rumah panas yang efektif.  Saya baca-baca berbagai artikel terkait. Selain itu, saya juga melihat sejumlah video. Saat itulah saya menemukan turbin ventilator yang bisa menjadi solusi hawa panas di rumah.

Solusi Rumah Panas yang Efektif

Turbin ventilator di atap sebagai solusi rumah panas.

Singkat kata akhirnya turbin ventilator jadi dipasang. Di atap rumah saya sekarang ada tiga buah. Masing-masing berukuran 24 inci.

Mengapa ada tiga? Sebelumnya saya sudah tanya ke penjualnya terlebih dulu. Saya butuh rekomendasi berapa berdasar luas bangunan dan kondisi rumah saya. Maka, jika ingin pasang, saya sarankan tanya dulu ke penjual turbin ventilator untuk tahu persis ukuran dan jumlah produk yang dibutuhkan.

Turbin pertama dipasang tepat di atas void dengan atap polycarbonate tembus cahaya. Di bawahnya ada meja makan dan dapur. Di ruangan ini saya merasakan perbedaan besar antara sebelum dan sesudah memakai turbin ventilator.

Sebelumnya, ruangan ini selalu sejuk sampai jam 12 siang. Namun, memasuki jam tersebut, matahari tepat di atas. Ruangannya akan terasa sedikit gerah. Solusi mengatasi rumah panas waktu itu hanya menyalakan kipas angin.

Perubahan yang Dirasakan

Namun, sejak dipasangi turbin ventilator, kondisinya sangat jauh berbeda. Hawa di sini jadi lebih sejuk. Bahkan, ketika jam 12 siang, terkadang saya enggak perlu menyalakan kipas angin lagi. Cukup dengan membuka pintu depan, angin yang masuk sudah cukup menyejukkan.

Meski begitu, agar lebih nyaman, saya cenderung menyalakan kipas angin. Ini membuat ruangannya benar-benar tidak terasa gerah.

Saat dipakai memasak sekalipun, hawanya tidak pengap. Asumsi saya, hawa panas memang terbuang ke luar oleh turbin ventilator. Jadi, terbukti turbin ventilator memang bisa menjadi cara mengatasi panas di rumah.

Perubahan positif juga dirasakan di lantai 2. Ruangan yang tepat berada di depan kaca lebar jadi masih nyaman dipakai. Hawanya jadi lebih sejuk. Bahkan, setelah jam 13, saya masih bisa bekerja di sana tanpa kegerahan.

Apa tidak panas sama sekali? Hawa panas memang masih ada, namun sudah jauh berkurang.

Saya juga sudah punya solusinya. Cukup tutup korden, buka sebagian jendela, dan menyalakan kipas angin. Suhunya pasti akan makin turun.

Di ruangan ini, saya menambahkan dua buah exhaust fan yang dipasang di plafon. Saya berasumsi exhaust fan itu membantu menyedot hawa panas ke atas plafon. Nah, turbin ventilator nanti akan membuang panas dari plafon tersebut.

Asumsi saya itu rasanya ada benarnya. Turbin ventilator memang melepaskan panas ke luar ruangan. Terlihat ruangan kamar yang memakai AC tidak butuh waktu lama untuk dingin.

Selain itu, suhu yang dibutuhkan untuk merasa sejuk juga lebih rendang. Jika biasanya perlu suhu 22 derajat celcius, maka dengan AC disetel di angka 24 derajat celcius, hawanya sudah cukup dingin.

Bagaimana dengan rembesan air saat hujan? Kebetulan saya sudah merasakan hujan ketika turbin ventilator dipasang. Sejauh ini terbukti air tidak bisa masuk. Terkadang memang ada uap air kecil yang terasa,. Namun, ini hanya terjadi ketika air hujannya ekstrem dengan angin kencang.

Kesimpulan

Berdasar pengalaman selama ini, turbin ventilator bisa menjadi alternatif cara mengatasi rumah panas yang efektif. Setelah perangkatnya dipasang, suhu rumah memang jadi lebih dingin.

Keunggulan utama turbin ventilator terletak dalam kemampuan membuang hawa panas ke luar ruangan selama 24 jam tanpa listrik. Jadi, jika butuh udara panas di rumah terbuang, perangkat ini akan sangat efektif.

Namun, pastikan juga sirkulasi udara di rumah juga baik. Ruangan tetap butuh aliran udara masuk dari luar. Tanpa itu, rasanya kerja turbin ventilator tidak akan maksimal.

Jadi, kalau ditanya mendingan pasang atau enggak, saya merekomendasikan untuk memasang turbin ventilator di rumah. Perangkat ini hemat biaya, kuat, efektif, dan ramah lingkungan. Rumah panas akhirnya hilang dan menjadi rumah yang nyaman.

Logo rumah sejuk
Share this post

Subscribe to our newsletter

Keep up with the latest blog posts by staying updated. No spamming: we promise.
By clicking Sign Up you’re confirming that you agree with our Terms and Conditions.

Related posts