Ventilasi udara ternyata berdampak besar terhadap kenyamanan rumah. Saat rumah terasa gerah, bisa jadi peredaran udara di dalamnya jelek. Jadi, kalau mau rumah lebih sejuk, cobalah untuk “menarik” angin masuk dengan memastikan sirkulasi udaranya juga bagus.
Sebelumnya saya juga sering merasa gerah di dalam rumah. Hal ini sangat terasa di lantai atas ketika siang hari. Saat itu rasanya angin tidak ada yang masuk ke dalam rumah sama sekali, sehingga panas.
Namun, kondisi berbeda setelah memasang turbin ventilator di dalam rumah. Rumah memang terasa jauh lebih sejuk, sehingga semakin nyaman.
Sudah begitu, saya merasa kok mendadak banyak angin yang masuk ke dalam rumah. Waktu duduk di lantai atas terasa sekali angin sepoi-sepoi yang masuk. Rasanya pun nyaman karena angin membawa hawa dingin. Bahkan, terkadang tanpa menyalakan air conditioning (AC) pun ruangan tetap terasa sejuk.
Pikir saya apa karena cuacanya memang sedang berangin kencang. Tapi ternyata angin yang masuk ke dalam rumah merupakan dampak dari ventilasi udara yang bagus.
Prinsip Sirkulasi Udara yang Bagus
Ventilasi berkaitan erat dengan sirkulasi udara. Hasil dari baca dan lihat info sana-sini, prinsip sirkulasi udara di dalam rumah itu harus ada aliran masuk dan bukaan ke luar. Dengan kata lain, prinsipnya “in and out”.
Kalau di rumah sudah ada sistem untuk melakukan “in and out” itu, barulah udara bisa beredar dengan baik. Oleh karenanya ventilasi udara yang baik diperlukan.
Lalu, pahami juga bahwa udara panas lebih ringan dibandingkan udara dingin. Udara luar yang sejuk akan masuk ke dalam rumah. Biasanya udara di dalam rumah cenderung lebih hangat. Ini sebagai akibat aktivitas kita dan keberadaan sumber panas seperti peralatan listrik atau bahkan panas tubuh.
Udara panas nanti akan naik ke bagian atas ruangan. Jika bagian atas rumah punya ventilasi udara yang baik, maka sirkulasinya berjalan lancar. Mengapa? Ini karena udara panas akan terbuang.
Berkat itu, suhu di dalam ruangan akan menjadi lebih dingin karena hawa panas tersalurkan ke luar. Hal ini sering dikenal sebagai Stack Effect.
Selain itu, sirkulasi udara yang baik juga bisa dihasilkan dari cross ventilation. Ini merupakan metode sirkulasi udara dengan memanfaatkan dua jalur bukaan dengan posisi saling berhadapan di dalam satu ruangan. Jalur bukaan bisa berupa jendela, pintu, atau lubang angin yang umumnya terletak di bagian atas dinding atau atap.
Rumah yang didesain dengan prinsip cross ventilation akan memungkinkan udara masuk dan mengalir dengan mudah. Nah, udara yang terus bersirkulasi inilah yang akhirnya membuat rumah terasa sejuk.
Terkendala Ventilasi Udara yang Kurang Optimal
Harus diakui, beberapa rumah kurang didesain dengan baik dari awal. Banyak juga yang tinggal beli dari pengembang. Jadi, rumah sudah jadi tanpa bisa merancang sendiri. Biasanya kondisi itu sering menghadirkan kendala berupa ventilasi udara yang tidak optimal.
Saat ini, kebanyakan rumah berada di atas tanah yang sempit. Hal ini membuat area halaman depan dan belakang sering tidak memungkinkan untuk dipertahankan.
Apa yang terjadi? Lahan yang tersisa banyak yang dihabiskan untuk ruangan. Ini akhirnya menghambat terjadinya sirkulasi udara yang baik.
Tanpa halaman depan dan belakang, udara tidak bisa beredar. Cross ventilation tidak akan bisa berjalan. Akibatnya rumah terasa gerah dan pengap.
Rumah saya juga tidak punya halaman belakang. Beruntung masih ada halaman depan, sehingga angin bisa masuk. Lalu, ada pula area void yang memungkinkan udara bergerak ke atas.
Namun, kalau area bawah terasa sejuk, area lantai atas tetap terasa gerah. Selidik punya selidik, hal itu disebabkan oleh banyak faktor mulai dari posisi menghadap ke barat, panas dari atas plafon rumah, hingga sistem ventilasi udara yang masih kurang tepat.
Angin juga terasa seperti hilang dari area atas rumah. Jarang sekali ada angin yang masuk di lantai atas. Embusan angin sepoi-sepoi yang membawa hawa dingin sangat minim.
Perubahan Setelah Sistem Ventilasi Udara Diperbaiki
Namun, saat ini kondisi sudah berubah. Sejak memasang turbin ventilator, hawa di rumah menjadi lebih sejuk. Udara jauh lebih nyaman dan tidak terasa terlalu panas. Saya menceritakan pengalamannya di sini.
Entah ada pengaruhnya atau tidak, sejak saat itu memang angin mendadak sering masuk ke dalam rumah. Embusan angin sering bisa dirasakan. Tentu saja rumah jadi terasa dingin. Sampai-sampai AC terkadang tidak dinyalakan.
Ketika masih pagi, begitu jendela dan pintu dibuka, embusan angin dingin langsung terasa. Maka, jika tidak perlu segera pergi, biasanya saya “memanen” angin tersebut. Anginnya “diundang” untuk masuk agar bisa mendinginkan ruangan di dalam rumah.
Nyatanya, hal tersebut berhasil. Hawa di dalam rumah memang jauh lebih sejuk. Menyenangkan sekali!
Tanpa sadar, berkat ventilasi udara yang tepat, saya bisa menerapkan stack effect di dalam rumah. Udara masuk bisa bergerak dengan lancar ke luar, sehingga digantikan udara baru. Udara lebih sejuk karena udara panas yang naik bisa disalurkan ke luar. Ini dimungkinkan karena ada “pintu keluarnya”, yakni turbin ventilator.
Angin Bisa Dipancing Masuk Dengan Ventilasi Udara
Pengalaman ini membuktikan bahwa angin sepoi-sepoi yang diidam-idamkan sebenarnya bisa “diundang” masuk ke dalam rumah. Tapi, Anda harus bisa menariknya. “Goda” saja dengan membuat sistem ventilasi udara yang tepat, misalnya dengan merancang bukaan masuk dan keluar yang memungkinkan udara beredar.
Nah, jika peredaran udara berjalan maksimal, maka rumah akan terasa lebih sejuk. Angin yang menyegarkan akan bisa terus dinikmati dari dalam rumah. Apa yang tidak berharga selain rumah sendiri yang terasa nyaman untuk ditempati?
