Ventilasi udara merupakan salah satu hal yang wajib ada di rumah jika ingin suhu ruangan sejuk. Hanya dengan ventilasi, nanti udara bisa bersirkulasi agar hawa di dalam rumah tetap nyaman.
Tertarik untuk menata sistem ventilasi di rumah? Pastikan memiliki ventilasi udara yang pasif. Sistem ini simpel dan berbiaya murah, namun mampu menghadirkan kesejukan yang didambakan.
Penasaran kan. Maka, kenali dulu ventilasi pasif agar bisa menerapkannya di rumah.
Apa Itu Ventilasi Udara Pasif?
Secara garis besar, ventilasi pasif merupakan sebuah proses memasukkan udara segar ke dalam ruangan dengan alami. Proses ini juga meliputi langkah membuang udara kotor dan panas yang tersimpan di dalam ruangan agar ke luar.
Karena hanya mengandalkan dukungan alami, ventilasi ini tidak memerlukan dukungan alat mekanis sama sekali. Meski begitu, sistem ventilasi ini tetap memerlukan bantuan berupa sarana pendukung.
Salah satu contohnya seperti saluran bukaan udara agar udara bisa bersirkulasi. Kendati demikian, sarana pendukungnya tersebut tidak bekerja secara mekanis dengan dukungan energi listrik.
Apa Keuntungannya?
Ventilasi udara yang pasif berkebalikan dengan ventilasi aktif yang memerlukan peralatan yang harus bekerja dengan energi seperti listrik. Ventilasi pasif tidak membutuhkannya. Oleh karena itu, sistem ventilasi ini termasuk murah dan hemat biaya.
Mengapa? Paling mendasar, sistemnya tidak dioperasikan dengan energi listrik, sehingga tidak menambah beban tagihan listrik di rumah.
Selain itu, ventilasi ini akan membuat udara di dalam rumah lebih bersih. Udara kotor akibat polutan yang ada di dalam rumah akan terbuang ke luar. Hal ini akan meningkatkan kesehatan secara umum.

Tipe Ventilasi Pasif
Secara umum, ventilasi udara yang pasif terdiri dari dua tipe. Anda bisa memilih tipenya sesuai kondisi di lingkungan sekitar.
1. Mengandalkan Pergerakan Udara
Tipe ventilasi pertama ini memanfaatkan angin yang ada di sekitar rumah. Angin digunakan untuk mengerakkan udara di dalam rumah supaya bersirkulasi.
Salah satu jenis ventilasi yang mengandalkan pergerakan udara adalah ventilasi silang. Sistem ini bekerja dengan mengalirkan udara dari satu bukaan ke bukaan lainnya.
Pergerakan udara ini akhirnya mampu membuat suhu di rumah lebih nyaman.
2. Memanfaatkan Kerapatan Udara
Tipe ventilasi ini bekerja dengan memanfaatkan perbedaan kerapatan udara. Udara dingin memiliki kerapatan yang lebih tinggi sehingga cenderung lebih berat. Akibatnya udara segar berada di bawah.
Hal sebaliknya berlaku bagi udara panas. Karena lebih ringan, udara panas cenderung bergerak ke atas.
Kecenderungan ini bisa digunakan untuk membuat sistem ventilasi berbasis stack effect. Prinsipnya sederhana, yakni dengan membuat bukaan di bawa untuk memasukkan udara segar. Sebaliknya, dibuat juga bukaan di bagian atas untuk udara panas ke luar.
Ventilasi udara merupakan hal vital dalam upaya membuat rumah sejuk. Anda bisa memilih ventilasi pasif karena lebih hemat energi dan simpel. Terapkan agar hawa di rumah selalu nyaman.
